AC Anda Sering Rusak Sehingga Selalu Memanggil Tukang Service AC? Mungkin Ini Sebabnya

Semua orang tentunya akan merasa kegirangan saat pertama kali AC mereka hidup di dalam rumah mereka. Namun bagaimana jika AC itu langsung rusak setelah baru saja terpasang beberapa bulan? Ini tentu terasa sangat mengesalkan bukan?

AC yang sudah kita bayar mahal mahal dan terus menguras uang kita karena konsumsi listriknya kini berhenti beroperasi karena ada masalah entah apa itu. Jika sudah begini, anda mempunyai pilihan menggerutu karena merasa tertipu oleh penjual atau merek AC, memperbaikinya atau menggunakan jasa service AC.

Namun anda mungkin memilih jasa service AC karena memperbaikinya sendiri cukup beresiko membuat AC menjadi semakin rusak nantinya.

Oleh sebab itu, bagi mereka yang tinggal di wilayah Bintaro akan menggunakan jasa service AC Bintaro yang memasang AC di rumah anda sebelumnya. Terlihat normal bukan. Namun pernahkah anda menaruh curiga tentang sesuatu?

Menurut pendapat saya pribadi skema tebar paku ala tukang tambal ban bisa jadi juga digunakan oleh penyedia jasa service AC dan yang mengejutkan saya adalah, ini juga terjadi dalam banyak bisnis di seluruh dunia baik usaha tambal ban sampai perusahaan kelas Internasional sekelas Apple!

Ini dikenal dengan nama baru “Apple Conspiracy” atau yang dulu sering dikenal dengan istilah konspirasi lampu pijar.

Konspirasi ini mengatakan perusahaan yang menguasai produksi lampu pijar sebetulnya mampu membuat lampu pijar yang mampu hidup selama 1 abad (100 tahun). Salah satu lampu pijar pada masa-masa awal penemuan lampu pijar mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama.

Departemen pemadam kebakaran Amerika menggunakan lampu pijar yang dipasang tahun 1900 dan masih menyala sampai hari ini! Lampu pijar dibuat tidak tahan lama sehingga orang terus membelinya dan membuat bisnis semakin maju.

Dalam skema service AC, bisa jadi provider tukang service AC yang memasang AC pertama kali tersebut memang sengaja melakukan kesalahan tertentu sehingga anda nanti akan memanggilnya kembali. Namun ini masih menjadi teori yang penulis ajukan tanpa ada fakta.