Hal yang Patut Diketahui dari Sistem Septic Tank Sebelum Membuatnya

Untuk seseorang yang sedang membangun rumah, jangan sampai tidak memperhatikan cara pemasangan septic tank. Sistem septic tank yang baik dan benar harus diketahui antara lain untuk mencegah mampetnya septic tank, mencegah bau yang mengganggu dan menjauhkan bakteri e coli yang bisa menyebabkan sakit tifus, kolera dan disentri. Untuk itu, simaklah sistem dari septic tank berikut ini.

 

1. Rangkaian Septic Tank

Pada dasarnya sistem septic tank yang sederhana untuk rumah tangga terdiri dari rangkaian simpel dari wadah kedap air, bisa terbuat dari serat kaca ataupun plastik. Wadah tadi dihubungkan dengan dua buah pipa sebagai jalan masuk seluruh limbah. Sementara, satu pipa untuk mengeluarkan air hasil pengolahan dari septic tank tersebut.

septic tank

2. Tiga Lapisan Limbah Septic Tank

Di dalam septic tank sesudah beberapa waktu, limbah akan dipisahkan secara alami di dalam tiga lapis. Lapis teratas dihuni minyak dan semua sampah terapung yang dinamakan scum. Pada lapisan tengah adalah limbah yang berbentuk cairan lengkap dengan semua partikel buangan atau sampah di dalamnya. Terakhir, lapisan yang paling bawah berisi zat-zat yang mengendap atau istilahnya sludge.

Di dalam septic tank bakteri yang terdapat di air limbah memecah limbah yang padat. Limbah berbentuk padat itu pun terurai dengan waktu cepat hingga cairan dapat terpisah dan dapat mengalir keluar tanpa kesulitan. Di sini septic tank tidak hanya berguna sebagai penampung kotoran, tetapi juga menjadi pengolah kotoran. Caranya adalah dengan membuat limbah menyerap kedalam tanah.

3. Susunan Septic Tank

Susunan sistem septic tank biasanya adalah sekat dinding dari batu bata yang dilengkapi dengan penutup yang terbuat dari beton. Tutup kontrol di sebelah atasnya ditambah pipa bentuk T guna membuat maksimal udara agar bisa masuk ke dalam septic tank. Udara berguna untuk membuat bakteri dalam septic tank tetap hidup, sehingga bisa mengurai tinja di dalam kontainer pengolahan.

4. Ketentuan Ketinggian dan Jarak

Prinsip ideal konstruksi septic tank menyesuaikan dengan tinggi permukaan air tanah serta dicocokkan sesuai macam tanah hunian. Hal yang harus diperhatikan adalah jarak antara septic tank dengan sumber atau asal air bersih. Paling sedikit jaraknya adalah sepuluh meter.

Tujuannya agar kotoran di septic tank tidak mencemari sumber air bersih. Jika dipakai bersama septic tank paling maksimal hanya boleh dipakai terbanyak lima rumah supaya proses olah limbah cair optimal.

5. Konservasi Air Septic Tank

Pada sistem septic tank, ada bakteri pemecah limbah padat hingga terurai lalu limbah cair akan dialirkan ke konservasi air (sumur resapan) yang dibuat dengan jarak yang tidak jauh. Pembuatan konservasi air itu menyesuaikan jumlah septic tank yang ada. Konservasi air ini terbuat dari ijuk, pasir, batu kerikil sampai batu karang yang memiliki rongga. Ada juga pipa limbah yang ukurannya dua setengah inch.

Sumur resapan berguna sebagai penyaring limbah agar terpisah dari kotoran. Jangan memakai septic tank sebagai penyaring limbah dari bekas kamar mandi maupun limbah lain seperti air bekas dengan liquid pembersih lantai ataupun pemutih pakaian supaya tidak menghambat proses. Khususkan septic tank untuk mengolah buangan dari kloset saja.

 

Demikian tadi lima hal yang berkenaan dengan sistem septic tank. Disamping septic tank konvensional, belakangan ini ada Septic Tank Bio. Artinya, pengolahan limbah dari kloset menjadi cairan yang tidak berbahaya bagi lingkungan dengan standar kualitas yang teramat baik. Septic Tank BioRich ini diperlengkapi oleh media pengurai serta penyaringan tinja, sehingga proses penguraian berjalan maksimal

Istimewanya lagi sistem BioRich dilengkapi dengan sistem desinfektan maksimal yang bisa menjernihkan air. Untuk bisa mendapatkan produk septic tank BioRich bisa mendapatkannya di https://www.suryafibertek.co.id/septic-tank-biotech/. Terdapat produk septic tank yang tentunya ramah bagi lingkungan.