Isi Latar Belakang Masalah

Isi latar belakang masalah merupakan hal penting dalam membuat karya ilmiah atau penelitian. Karenanya peneliti harus paham betul apa yang harus dijadikan sebagai isi latar belakang masalah.

Banyak orang mengaku kesulitan saat memutuskan apa sajakah yang akan dimasukkan dalam latar belakang masalah, hasil-hasil penelitian seperti apa yang perlu dikutip, mana saja yang akan diberikan dalam latar belakang masalah dan mana yang tidak perlu dan harus dibuang.

Kebingungan ini tak jarang menghambat seorang untuk memulai penelitian. Kalau memulainya saja susah maka kadang jadinya sebatas bab niat saja yang kuat, eksekusi terhambat. Seperti yang kita pahami latar belakang masalah merupakan informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk diteliti. 

Masalah akan terjadi saat harapan ideal akan sesuatu hal tidak sama dengan realita yang terjadi. Misalnya, “membuang sampah itu harus di tempatnya, tapi pada kenyataannya sampah dibuang di mana saja, mengapa hal tersebut terjadi?” Itulah kemudian yang dijadikan bahan penelitian.

Kita perlu tahu apa saja isi latar belakang masalah yang kita akan garap agar peneletian dalam jalur yang benar. Dikutip dari bintangtrainer.com, isi latar belakang diantaranya :

 

1. Esensi Idealist Masalah

Esensi idealist latar belakang masalah adalah Kondisi ideal tentang bagaimana mestinya suatu keadaan itu berjalan . 

Ada patokan ideal yang semestinya terjadi atau diterapkan. Kondisi ideal ini bisa ditulis dalam bentuk visi dan misi yang hendak dicapai.

 

2. Fakta masalah

Kondisi faktual alias kondisi nyata atau real tentang keadaan yang benar-benar terjadi saat ini. Nah, kondisi ini bisa berupa masalah sehingga menjadi dasar dibuatnya suatu penelitian atau kegiatan. 

Yang terjadi di lapangan apakah sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Apa saja kondisi real yang terjadi? Jika tidak sesuai seperti apa ketidak sesuaiannya?

Jadi masalahnya justru muncul ketika kondisi harapan dan kenyataan tidak sejalan. Itu yang akan menarik untuk ditelisik lebih jauh.

Latar belakang masalah berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu proyek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, kemudian didapatlah penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada, baik standar keilmuan maupun aturan-aturan.

 

3. Data

Untuk menjawab masalah maka kita nanti akan mengumpulkan data. Kita bisa memberikan data atau fakta terkait dengan kondisi yang ada supaya karya ilmiah menjadi lebih kredibel. Selain itu berikan penjelasan mengenai isi yang berupa fakta, data, fenomena, dan pendapat ahli terkait karya ilmiah kita.

Latar belakang masalah menjelaskan mengapa suatu penelitian dilaksanakan dan apa yang ingin dicapai atau diketahui dari pelaksanaan penelitian tersebut. Fakta dan data yang mendukung harus dicantumkan (Dermawan Wibisono, 2000:304).

Latar belakang masalah juga berisi argumentasi mengapa penelitian ini penting dilakukan atau mengapa penelitian ini harus dikerjakan Menggambarkan situasi dan kondisi baik secara makro maupun mikro serta dilengkapi dengan fakta dan data-data lapangan

Dalam latar belakang masalah peneliti bisa saja mencantumkan data atau pendapat-pendapat orang lain guna memperkuat alasan penelitiannya (Mustafa 1997)

 

4. Analisis

Pada pembuatan latar belakang masalah, peneliti harus melakukan analisis masalah, sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan dan menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti (Sugiyono, 1999:302).

 

5. Solusi Serta (State of the Arts) Penelitian Terdahulu 

Solusi dari peneliti terdahulu bisa memperkuat masalah yang perlu dilakukan. Dalam latar belakang masalah ada pembahasan tentang penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti baik dari negara atau tempat lain tentang topik terkait.

Dikotomi, antara apa yang seharusnya terjadi dan kenyataan yang ada. Munculnya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kenyataan. Memunculkan Kajian teoritis dibandingkan dengan fenomena yang ada, sehingga penelitian ini menjadi menarik, memberi manfaat besar dan memang urgen untuk dilakukan (W. Gede Merta, 2004:11).

 

Nah, siap melakukan penelitian? Jika ya jangan lupa ya isi latar belakang masalahnya dipersiapkan dengan baik. Melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah bukanlah sesuatu yang mudah tentunya. Perlu ketelitian dan kerja keras pastinya. 

Semoga penelitian yang kita buat dapat memberikan manfaat untuk berjuta umat.